Tiba-tiba ku merindukanmu.
Sampai detik ini pun tak terasa sedikit pun aku kehilangan rasa itu.
Cukup kita pendam.
Ku memendam.
Dan tak perlu lagi ku menemukanmu dalam kenyataanku.
Kamu tau apa yang paling menyakitkan?
Melihatmu namun tak bisa memelukmu...
Bahkan semenit rasanya ingin kupalingkan wajah ini dan berharap kita tak usah bertemu.
Kita terlalu banyak menghabiskan waktu bersama.
Hingga semua dirimu memenuhi apa yang menjadi inginku.
Merindukanmu akan menjadi hal biasa buatku.
Cukup sakit.
Tapi tak sesakit dulu.
Waktu dan keadaan membuatku perlahan merelakan hal yang mampu kulepas.
Karena memang tak akan pernah kulepas.
Aku hanya memberi ruang masing-masing.
Dimana diri kita menjadi kotak pandora yang memang akan menjadi tempat bersandar ternyaman nanti....
Pertanyaannya, sanggupkah nanti seperti ini terus? Haruskah nanti jika kita bertemu, aku berpura-pura tak mengenalmu dan tiba-tiba iblis merasukiku dan menciummu diam-diam dalam tangis kita?