Senin, 25 Januari 2021

find some notes

"ku dapati Venus sedikit redup pagi ini .
Mars pun tak tampak cerah temani Mentari .
kenapa ?
apa ada yang terjadi di negeri langit ?
semoga pagi dan hari ini selalu indah ."

kemana lagi ?
imaji ibu kehidupan yang biru hijau membentang hadir di mimpiku .
arungi biru ombak dengan bangau yang terbang .
ku susuri alam yang tersenyum padaku kemarin malam .
... dia datang lagi .
mewarnai , menemani , dan mungkin 'kan mencintai .
ah , tapi aku tak butuh itu .
bukan dia , kamu , atau siapapun di sampingku .

karena kesepian tlah buatku biasa dengan mentari yang terbenam .
karena kesepian lebih tenangkan jiwaku yang teruari waktu .
karena kesepian mengajarkanku pentingnya arti kebersamaan dalam asaku yang sakit .
dalam gelombang yang mengolengkan perahu rakit .
dalam jiwaku .
senduku .
yang ku tau menyakitimu .
membiarkanmu pergi .
dan maafkan aku .

Selasa, 19 Januari 2021

at the time

Hari yang melelahkan berlalu
Dua orang di bawah sinar rembulan
Satu bayangan
Ketika aku menutup mata, aku merasa seperti tertangkap
Masih di sana
Patah hati
Bahkan mimpimu
Bahkan di tempat teduh
Ingat, orang yang kamu cintai terluka
Di sekitarku
Terkadang meski jalan ini terlihat jauh
Bahkan jika air mata mengalir di hatiku yang sedih
Sampai semuanya menjadi kenangan
Kita berdua
Akan menjadi tempat istirahat satu sama lain
Saat aku berjalan denganmu
Ke mana harus pergi
Saat jalan tidak terlihat
Aku akan mengingatmu sendirian
Dunia pada hari yang mempesona itu
Masih canggung dan kurang
Aku akan selalu ada di sampingmu
Bahkan jika aku tersesat di malam yang gelap
Kita berdua
Akan menjadi cahaya satu sama lain
Di masa depan yang jauh, di luar pelangi
Bahkan jika mimpi yang kita cari tidak ada
Menghabiskan denganmu dan aku
Kali ini
Apa yang lebih berharga bagiku
Terkadang meski jalan ini terlihat jauh
Bahkan jika air mata mengalir di hatiku yang sedih
Sampai semuanya menjadi kenangan
Kita berdua
Menjadi tempat istirahat satu sama lain
Canggung dan kurang
Aku akan berada di sana selamanya
Bahkan jika angin kencang berhembus lagi
Diantara kita berdua
Aku akan melewati tahun-tahun yang sulit itu

Selasa, 12 Januari 2021

secercah sambutan

Tuhan... Izinkanku lebih banyak mengeluh hari ini. 
Kehidupan apa yang sebenarnya sedang Engkau ajarkan kepadaku?
Begitu banyak prinsipku yang Kau jebol dengan segala takdir-Mu. Ketidakmampuanku. 
Tuhan.... Aku memang pezinah. Kau kulupakan. Kutinggalkan. Dan begitu cinta dengan rasa dunia.
Tuhan.... Aku memang pendosa. Rasaku kau seluk belukkan mencariMu. Hingga ku mati rasa mengharap apa yang kucari dapat kutemukan. 
Tuhan.... Aku hanya manusia ciptaanMu. Kau ciptakan juga rasa. Dengan warna. Dan aku merasakannya. 

Jika cintaku yang pernah tumbuh, menyakitkan dan tak pantas. Padamkan rasa ini dan dekatkanku padanya yang Kau takdirkan.
Jika rasaku untuknya akhirnya hanya dapat buatku bertanya dan meragukanMu. Pendam dan kubur sedalam-dalamnya kesalahan dan aib yang pernah kubuat.

Tenangkan hatinya. Lapangkan pikirnya. Jika memang kebencian menyeruak dalam dadabya padaku. Sadarkan jika rasaku tulus dan sesalkan dia.

Tuhan.... 
Banyak sekali asaku ingin kucumbu.
Tunggulah aku.