Aku yang mati rasa.
Membuatku mulai lagi dengan kisah yang terlelap.
Bergerak menghilang tak pernah kurasa sesakit ini.
Kubuka lagi luka yang dulu kusadari untuk kupergi.
Yang harusnya tak kupaksakan kenangan itu bisa diperbaiki.
Tak perlu ada yang ada.
Tak butuh ku ada yang mengerti.
Bisakah kesadaranku terus ada? Bahwa itu semua hanya rayuan semumu, untuk mengikatku.
Sesaat kau tak ada.
Rasanya ingin kusudahi semua.
Ingin kini kau yang ucapkan selamat tinggal.
Bukan aku.
Bisakah?
Kini ingin rasanya ku hilangkan semua.
Berharap hanya kenangan yang bisa kukuburkan.
Kuharapkan hanya kenangan indah.
Tapi nyatanya terus-terusan kubuat luka.
Dan dirimu....
Membuatku lagi dengan rasa bersalah yang sama.
Aku tau ini hanya dalam pikirku.
Tapi kini ku mulai mengerti mengapa setiap detik rasanya ingin kusudahi.
Tak sanggup menatap wajah mungil itu.
Bahkan hanya gambar yang kadang kau sanjungkan.
Aku tak berharap lagi kau menjadi rumahku.
Aku bukan meninggalkanmu.
Kenyataannya kau memang bukan untukku.
Dapatkah kau meninggalkanku?