Rabu, 12 September 2018

Home

Harusnya aku sadar....
Rumah itu senyaman-nyamannya tempat kembali.
Rumah itu senyaman-nyamannya tempat yang paling bisa nerima apa adanya.

Harusnya gue sadar....
Nggak akan ada tempat lain selain rumah yang bisa nyintai gue sebrengsek apapun gue.
Label pemberontak bahkan ada di diri gue, dan rumah tetap nerima gue.

Harusnya gue sadar....
Sekalipun fisik tetap di lain tempat.
Hati nggak akan pergi kemana pun.

Harusnya gue sadar....
Loe rumah buat gue, dan gue rumah buat lu.

Atau gue yang terlalu bodoh jadiin rumah persinggahan?
Atau memang rumah yang seharusnya loe tempatin?

Harusnya gue gak ninggalin rumah saat itu.
Dengan segala kehausan gue akan ilmu.
Dengan segala keegoisan gue akan diri.
Dengan segala keserakahan gue akan mimpi.

Dampaknya?
Tiga tahun gue berhasil jadi makhluk hidup gak bernyawa.
Mulai nyebat.
Logika balik lagi muncul, diiringi kesadaran....
Nggak lama. Hilang lagi kaya mayat.

Gue tau, mungkin bisa gue sikapi sekarang.
Tapi keinginan buat mengakhiri rasa sakit ini tetep ada.
Terlintas pun rasanya begitu mudah.
Mudah-mudahan hanya sekedar bayangan.
Tak ingin direalisasikan.

Kata mereka dekatkan diri saja pada Tuhan.
Bagaimana? Aku sudah lama tak berTuhan.
Atheis?
Mungkin. Tapi jauh dari itu....
Aku percaya Tuhan ada.
Aku percaya segala ceritaNya di hidupku akan selalu ada makna.

Melompat saja di terpaan angin, tapi ternyata bisa jatuh...
Aku takut. Sungguh...
Karena tak pernah ada tempat untuk pulang lagi.
Tak ada lagi canda tawa menyapaku saat mentari bersedih.
Pelukanmu yang selalu menghangatkanku.
Bahkan hanya belaian lembutmu bisa buatku terlelap dalam lelahku.

Sesederhana itu....
Bahkan sejak saat itu.
Rasanya jatuh bukan lagi alasanku untuk bersedih.
Dan kini merelakanmu lagi.... Seperti membunuhku kedua kali.

Atau belum ada pengganti?
Nyatanya sama.
Sesaat saja....
Dan kau kembali memenuhi lagi hormon endorfinku untuk bergejolak dan buat airmata ini lagi dan lagi ada.

Sayangnya.... Tak pernah ku sempatkan untuk bertukar cerita dengan siapapun.
Kamu, hanya untukku.
Bukan yang lain.
Meski kau bagian hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^