Minggu, 27 Juli 2025

WRITTING THERAPY AGAIN - fall you are not okey

 hai, fall...

sedikit memaksakah untuk menulis ini?

pengakuan lagikah? terapi lagi, ya? capek, ya? kamu bisa bilang ke orang lain pelan-pelan. kenapa kamu harus memaksa tubuh kamu? justru kamu yang harusnya dipeluk, tapi karena nggak ada yang bisa peluk kamu, bukan berarti kamu kudu membiarkan, kan? inget sama apa yang dibilang sama psikologmu.

semoga segera rasa sakitnya ilang. semoga rasa penuhnya juga perlahan normal atau malah diluaskan. semoga apa yang sedang disemogakan bisa segera terlewati dengan baik. kamu yang memegang kontrol diri kamu.

kamu memang nggak menilai diri kamu baik. tetapi orang lain melakukan penilaian itu. dan itu bukan kewajibanmu memenuhi ekspektasi mereka. sudah, perlahan. just to be you. kamu farra laila. kamu farra. kamu harus sayang farra.

Rabu, 27 Desember 2023

jahat

Aku rindu. Aku kangen. Tapi mengingat kembali kamu yg memperlakukanku begitu. Rasanya sakit lagi. Kamu sudah bahagia dg wanitamu. Aku masih menunggu saat yg tepat menyelesaikan kita. Jahat sekali kamu, mas. 

Senin, 25 Desember 2023

25 desember nataru?

Belum seminggu. Dan belum sebulan kamu masih mencium tangan dan kakiku bahwa kamu tidak bisa hidup tanpaku. Yang dimana nafkah satu senpun tidak kamu berikan. Lucu. Sekarang sudah ada gandengan. Apakah perempuan itu tau bahwa kamu masih punya istri? Dan belum ada proses persidangan baik itu laporan atau apapun itu.

Orang tuamu jauh tidak punya malunya. Semoga ya perempuan itu kuat dengan perilaku tinggi hati ibumu dan segala hal yang sering diungkapkan tentang bagaimana anak lelaki dan ibunya ini. 

Sabtu, 16 Desember 2023

aku sudah bukan 'istri'

Sangat singkat memiliki label istri. Belum satu tahun dan kujalani ini semua sambil bersiap bahwa akan menjadi janda.

Bukan pilihan mudah sebenarnya. Tetapi melihat bahwa semua yang pernah terlewati dan harus kujalani ke depannya. Aku layaknya terombang ambing tanpa tahu alasan aku bertahan apa. Dan aku cukup tau bahwa aku tidak cukup alasan untuk bertahan.

Jika yang menjadi alasan bertahan adalah alasan kita menikah. Rasanya kudapati diriku seperti mendapatkan rasa yang tak pernah menjadi ujung. Kegilaan yang telah siap meratapi. Atau memang aku yang dengan mudahnya melihat bahwa masa depanku akan menjadi lebih baik tanpanya. Pernikahan tidak lebih dari 11 bulan. Kami 11 bulan hidup bersama. Dan melewati kesepian yang kita ciptakan sendiri. 

Jumat, 21 Juli 2023

curhatan hati istri 1

Maunya sampean gmn mas? Aku manut harus yaapa. Belajar matiin hati aja untuk hal sepele ngatur jam istirahat dan kudu gmn di hari2 terakhir sblm mandiri kita. Ben g mkn hati terus aku. Ego wes bnyak sg tk pendam. Dan melihat km dg hidupmu yg yasudah kuterima dg segala lebih dan kurang, aku sampai ngoreksi diriku sendiri. Yg salah ini siapa. Pikiranku atau memang mas yg keterlaluan. Mas minta aku mungkin butuh teman cerita, tapi teman2ku rata2 begitu. Oke, tapi tetap aku bukan org yg mudah bercerita. Kuanggap aib untuk diriku sendiri yg terjadi di keluargaku.

Dan ini hanya masalah kemauan. Mau g hidupnya lebih tertata. Nasihat memperbaiki sholat itu jadi lebih menata hidup ini pelan2 kucoba.

Bangun subuh, yg aku tau bukan jadi kebiasaanmu sejak bujang untuk ini. Aku ngikut sampean banyak, mas. Cara sampean, gmn sampean, dan sampean pun sama. Mengikuti dan yg tidak memaksa. Karena memang aku bukan dipaksa. Tapi tidak membuat lelah. Entah tadi sudah berapa kali ketikan aku hapus dan memendam lagi. Dan kuputuskan memosting di blog. Aku nda mau rame. Tapi ternyata teguran dg chat adalah omelan. Yg dmn g ngerasa salah bahwa bangun udah siang dg alasan capek. G ngelarang. Capek, karena tidur malam yg dmn pengen tapi istrinya g ngelayani.

Istri mana? Istri mana yg bisa tahan? Mas bilang bahwa nanti dg mudah mendapat gantiku jika kita pisah, aku pun bisa mengatakan hal yang sama. Ambil sudah nanti jika rumah itu sudah jadi. Nda papa, aku mulai hidup baruku dg sendiri. Yg mungkin bisa membimbingku dg lbh baik. Tau waktu, dan bisa menjadikan diri imam yg baik. 

Rabu, 19 Juli 2023

kubiasakan lagi menulis. memulai. terapiku.

Beberapa hari off dari sosisal media manapun. Lebih nenangin diri dengan sekitar dan bergulat dengan hati.
Rasanya seperti Tuhan menegur dengan cara yang harusnya bisa diselesaikan dengan pikiran dingin.
Berkali-kali meledak dengan arah yang tiba-tiba hilang arah. Tapi rasanya dia hadir untuk tetap menemani. Tetap membersamai. Tetapi aku ingin diarahkan.
Masih bergulat dengan keinginan-keinginanku untukmu.
Dengan rasa ucap terima kasih yang kuakui sulit kuucap. Maaf.
Setahun yang penuh egois dan kelapangan dadamu menerimaku. Aku memang tak sebaik itu. 

Minggu, 16 Juli 2023

Rabu, 17 Mei 2023

siapa?

Aku rasanya tidak bisa menemukan diriku lagi setelah itu. Apakah semua orang merasakannya?
Bukankah harusnya melengkapi? Bukan seharusnya saling mencoba mengusahakan?
Atau dari awal aku yang telah kehilangan jati diriku?

Sayang...
Aku lelah, aku hanya butuh pelukmu tanpa belaian manjamu yang berujung kau minta jatah.
Menanyakan hari ini seperti apa?
Bagaimana harimu? Dan apapun yang kau lakukan, kau telah berusaha yang terbaik, kau hebat sudah menakhlukkan hari ini dan bertahan.

Jika ini adalah ekspektasi, berarti yang sebelumnya itu apa? Bualan?
Atau inikah proses adaptasiku yang sejak awal harusnya kita tidak bersama?

Kusadari semakin seringnya diriku menangis.
Kau yang merasa tidak pernah salah.
Yang sebenernya kita tak perlu mencari salah.

Kau yang selalu merasa selalu mengalah.
Tapi memang kau yang seharusnya tau dimana letak kau harus melangkah.

Tapi tidak.
Tuhan....
Jika tangisku ini hanya perlu kau dan dia saja yg dengar. Ingin rasanya Kau memelukku.

Aku mulai mengerti mengapa menjadi diriku tak mudah.
Aku mulai paham bahwa menjadi seseorang yang diharapkan orang lain itu bukan hal mudah.

Aku mencari jalan keluar untuk menjadi diriku. Tapi tak kutemukan di kamu. 

Senin, 16 Januari 2023

kenapa?

Katanya menanyakan kenapa kepadaMu adalah hal yang salah?
Kenapa begini, dan kenapa begitu?
Lalu mengapa Kau ciptakan kata tanya kenapa?
Tuhan, Engkau tau dan aku meyakini.
Apapun yang sedang Kau beri adalah keikhlasan yang memaksa untuk memahami.
Apapun yang sedang Kau berikan, adalah rasa yang coba Kau ajarkan untuk memahami apa yang sedang Kau ajarkan, tanpa Kau berikan jawaban apa dan bagaimana akhir yang harus kupilih.
Tuhan...
Kumohon lapangkan dada dan waktuku.
Ikhlas dan sabarku.
Apa yang sedang Kau ujikan hanya seperlu dari ego yang di atas namakan diriku.
Aku jadi membenci diriku.
Aku ingin Kau hapuskan lelahku.
Hingga saat di mana Kau datang memanggil dan memelukku atasMu.

Tuhan...
Berkali kali kulantunkan do'a memohon kesusahan hatiku dan orang-orang terdekatku Kau lapangkan.
Aku memang bukan makhlukMu yang bersih tanpa dosa.
Kupanjatkan menuju ibadah mengharap ridhoMu. 

Kamis, 05 Januari 2023

bagaimana?

Tuhan bagaimana caraku menjelaskannya?
Rasa ini datang begitu saja.
Tuhan, bagaimana aku minta untuk mengerti?
Bahwa untuk menangis saja ia tak pernah ada.
Tuhan....
Aku lelah, bisakah kau memelukku di hadapku?
Merelakan asa di pasrahku?
Dan membuatku menangis sendirian saja. Kupendam saja.