Aku bahkan lupa kusebut kau apa.
Sewindu lebih kita bersama.
Namun bahkan takdir hanya mempermainkan kita.
Hai, embunku.
Bisakah kita hanya sebatas teman berbagi cerita?
Bisakah kita cukup mengerti batasan dalam hubungan ini?
Atau aku yang kadang tak tahu malu memintamu datang ketika aku kesakitan?
Embunku...
Mentariku seakan menjauh.
Senyumku juga.
Kau mungkin bisa mengembalikannya.
Tapi apakah itu jawaban dari pertanyaan kita?
Seberkas kasih ingin selalu kusematkan.
Bahkan dalam do'a lima waktu mentariku selalu kusebut.
Tapi ia seakan menghilang dalam kilauan andromeda.
Embunku, sakitkah kau sekarang?
Atau sedikit saja kau tebar senyum yang sama padanya?
Bukan untuk pergi.
Aku bahkan tak berniat pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^