Sabtu, 19 Januari 2019

Lagi....

Aku sebenarnya sudah lelah.
Tapi kenangan itu muncul lagi.
Kau yang sudah bahagia.
Kau yang memulai semuanya.
Dan aku yang membuka lebar-lebar pelukan tanganku.
Kenangan ini mulai bermuara lagi untuk digali.
Harusnya tak perlu dibuka, tapi lantunan melodi dan lirik membuat semua seakan tiba-tiba berputar dan memainkan lagi dan lagi film usang yang sama.
Apa aku masih belum mencinta seutuhnya?
Bahagiaku apakah hampa?
Tak seharusnya kan aku begini?
Tapi kenangan kita datang.
Semua yang sudah terhapus tetap saja di amigdala dan memori ini tetap ada.
Tentangku yang memintamu tetap ada.
Tentangku yang memintamu tetap singgah.
Tentangku yang dengan seenaknya meminta waktumu.
Dan sebrengseknya dirimu untuk salah di mataku.
Aku tetaplah yang paling brengsek.
Tidak ada yang tau.
Tidak ada yang perlu tau.

Tuhan mungkin sudah menistakan.
Benar, seperti yang ayah bilang.
Aku adalah wanita serendah-rendahnya.
Tak perlu harusnya aku tersinggung.
Mungkin sepatutnya air mata menetes pun aku tak punya hak.
Mengingatmu bukan menjadi penyakit.
Bukan.
Dirimu tetap menjadi kisah.
Hingga Tuhan menuliskan kisah yang sebegini indahnya, bukan untuk disesali juga.
Dia hadiah terindahku.
Sekalipun banyak ragu.
Masa depan yang tak bermuara kejelasannya.
Arti berjuang.

Dan bahagiamu.
Menjadi pemicuku untuk bahagia juga.
Jika begini. Mungkin benar....
Harusnya tak perlu kusebut nama Tuhan.
Terlalu hina mulutku menyebut namaNya.
Kunikmati semua yang bisa kunikmati.
Dalih manusiawi.
Nyatanya tak lebih memang aku yang daridulu tak tau diri.

Dan mungkin dengan inilah....
Menjauh adalah salah satu raga ternyaman.
Cukup sekenanya.
Dan mengenangmy. Di tempat itu.....
Memelukmu.
Mendekap erat tubuhmu.
Adalah yang pertama.
Tapi semua kucurahkan, ciuman hangat, mesra....
Do'akan perjuanganku bermuara untuknya.

Apakah kau baca?
Dalam rinai yang kutatap dari jendela.
Dalam hawa yang menusuk kebasahan.
Harusnya bukan begini jalan hidupku.
Di jalanan saja.
Mendekap keheningan.
Berteman kekosongan.

Aku bukan orang baik seperti anggapan orang kebanyakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^