Pusing ini semakin menjadi. Aku hanya berharap semoga aku tak jatuh lagi. Merasakan sesak. Dan bahkan naik turun berat badan sangat kuperhatikan untuk tetap stabil. Ah, kehilangam model apalagi ini?
Sepertinya setiap malam butuh aspirin dan paracetamol untuk meredakan ini. Atau kembali lagi diriku menjadi pecandu kopi?
Aku tak menganggap siapapun memilikiku. Cukup diriku. Dan diriku yang bahkan kau akan merasa tak mengenal ku lagi.
Aku tidak berubah. Hanya saja sikapmu yang membuatku tak lagi sama memperlakukan mu. Tak penting lagi bagiku. Tak berharga lagi dalam nuraniku.
Seburuk itu kini aku dalam mencinta. Meski harus kupendamkan rasa yang harusnya ada.
Aku mengakhirinya.
Aku menyudahinya.
Anggap saja begitu, sejak kau putuskan menghilang dari hadapanku.
Jika kau bisa anggap ku tak ada. Aku lebih bisa membalaskan rasa sakitku. Itu kebiasaan burukku. Jadi..... Bisakah kau pergi perlahan saja. Jika kau baca ini, dan tak menghubungiku, atau memang kau cukup pintar untuk memahami. Aku mundur dari hidupmu. Bahkan untuk jemari dan bayangan terkecilku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^