Sabtu, 29 Februari 2020

Arah?

Pertama kali bertemu denganmu aku tau rasa itu ada. Kutahan sekuat tenaga agar aku biasa saja. Nyatanya hati tak bisa. Bukan maksudku menghilangkan arah yang hilang. Kadang sedetik saja inginku gapai tanganmu dan kugenggam. Agar tak lagi lepas. Agar rasaku segera berbalas. 

Namun hari tinggal menjadi jam.
Jam berganti menjadi menit. 
Dan menit menjadi detik-detik aku mengkhayalkanmu menjadi milikku.

Hingga relung ini telah terukir namamu.
Namun kau memilih pergi.
Rasa luka yang kupendam dengan namamu ada di sana, masih terasa dan menyisahkan lara.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^