Beberapa hari terakhir, aku disibukkan dengan permasalahan yang cukup membuat sakit kepala. Mulai dari insomnia, padahal bekerja begitu lembur. Dari pagi ketemu malam. Ditambah laporan dan beberapa deadline yang kubuat sendiri untuk membuat apa yang kubangun ini lebih baik. Kubuat dengan bahasa yang lebih sederhana.
Agar yang mungkin bisa menjadi penerusku lebih mudah memahami dan mengaplikasikan.
Yah, meskipun ada beberapa yang masih tertunda. Satu persatu bisa kulakukan. Padahal sebelumnya rasa²nya aku tidak mungkin melakukan semua itu. Ingin ku apresiasi diriku sendiri. Syukurku.
Aku ingin sedikit memhmbahas tentang religiusitasku. Yang saat ini kuanggap hanya berdasar tau, meyakini, tapi belum pada tahap melakukan sebagaimana jika dianggap beriman. Jujur, dan kuakui sungguh rasanya ateis lebih tepat kusandingkan pada diriku. Atau bukan atheis. Percaya Tuhan. Percaya saja. Hinga saat ini cukup berat memulai. Tapi perlahan, kubuat hidupku tidak perlu untuk semenyedihkan dan kutangisi. Kucoba menerima diri. Meneduhkan hati. Belajar mengungkapkan. Menyelesaikan sendiri. Kubuat seefisien mungkin regulasi diriku. Dampaknya emosiku masih belum stabil. Dalah satu staffku yang sering sekali membuat kesalahan jadi imbasnya. Ada rasa bersalah. Karena tidak biasanya aku marah, dan seakan tidak ada jalan tenang menyelesaikan itu semua. Entah aku yang tidak enakan atau memang sebaiknya mendapat teguran karena dalam kerja tim, komunikasi dia sangat minim. Tidak seperti pada awal kerja dulu.
Entahlah, dengan menjalankan pusat terapi ini sendiri saja sudah kewalahan. Ketambahan dengan staff yang harusnya membantu malah begini. Cukup membuatku lelah. Apalagi sebulan ini tidak ada hari libur sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^