Trenyuh ku sangsikan waktu.
Berdekap pada kesendirian memandang jendela...
Memandangi hujan yang teramat rindu.
Untaian bait demi bait lirik dalam lantunan nada seperti tahu apa yang terlukis pada pena.
Menguratkan denyut-denyut asa dan ku terbujur lagi meringkuk sepi.
Sesengguklah karena tangisan yang pecah.
Tak kutemukan wajah yang dulu lingkupi rasa.
Ah, ini bukan nostalgia.
Menapaki tilas kisah, tak sadari aku hanya pualam.
Yang ditemani angin senja dan ku memeluk warna ini.
Pejamkan telinga, tajamkan rasa, gali lebih dalam lagi rasa, dan cium segala yang tampak indah.
Semua berbalut dalam kisah yang kuyakini memiliki rasa.
Kau memelukku, dan aku tak akan pernah melepasmu.
Adakah insan yang sudi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^