Kau tau hal yang paling
menyedihkan dalam hidup? Adalah saat kau tidak bisa menikmati apa yang ada di
depanmu. Ini juga bukan karena terlalu santai, tetapi menikmati setip detik
hidupmu yang berharga. Bukankah dalam menghargai sesuatu artinya kau akan menikmati
setiap moment pahit dan manisnya? Bukan hanya sekedar berjalan, melewati
setapak dan sampai. Seperti saat ini, aku yang mengetik sambil membayangkan
bintang yang bertabur indah. Dan bertanya, kapan aku bisa menikmati seperti ini
lagi? Dapatkah aku menympan perasaan berharga ini, mungkin nanti pada saat aku
ingin merasakannya kembali aku dapat mengulang lagi perasaan ini? Konyol? Yah..
kadang aku jua berpikir sama. Apa yang aku pikirkan ini tentang kekonyolanku
tentang hidup?
Tapi sekalipun dalam bernafas aku
kesulitan sepertinya merasa seperti itu bukanlah suatu kekonyolan. Karena apa
yang kita rasa, kita inginkan, kitalah pemeran utama, dan setiap orang adalah
pemeran utama alam kisahnya masing-masing. Namun, tidak semua menyadarinya. Aku
mulai terlelap. Mata ini sungguh tidak kuat sebenarnya. Tapi semua ynag
kulakukan bukanlah kekonyolan, kan? Ah, harus bertanya hal seperti ini pada
siapa, ya?
Memangnya kau tak memiliki teman?
Punya. Tetapi entah mengapa, bercerita rasanya cukup sulit bagiku. Mungkin
tidak semua orang mulai menyadari ini, tetapi semua ini mulai terasa nyata. Aku
mulai lagi mempertanyakan ketulusan, kejujuran, janji, kesetiaan dan tetek
bengek sepele yang mudah kau ucap lainnya, namun tak mudah kau lakukan. Ah,
hidup. Mengapa kau kadang begitu kejam padaku?
Apa salahku? Tidak ada yang mau mengaku salah, kecuali dirimu sendiri
yang ingin dan memang selalu menyalahkan dirimu. Bukan berarti aku egois
menilai seseorang yang seperti itu buruk. Tetapi kenyataannya sifatku yang
begitulah, kadang buatku berpikir dua kali. Namun apa daya, kadang kebiasaan
berbohong berjalan lancar saja. Atau bisa dibilang bumbu pembenaran diri yang
sangat menyerempet kebohongan tercipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^