Kamis, 12 April 2018

Begin F end D

Kadang aku sulit sekali mendeskripsikan kata ini...

Entah aku yang terlalu perasa atau memang siklus dalam hidup begitu adanya.

Ketika kita mengulurkan tangan kadang ada banyak hal yang terpikirkan.
Tapi entah mengapa.
Sepertinya pemikiran seperti itu, hahaha...
Baru ini kutemui.

Bukan. Bukan.
Karena satu kata ini bukan barang. Jadi untuk berpikir jika kuulurkan waktu dan tanganku, akan bagaimanakah aku....
Aku tak pernah berpikir sejauh itu.

Karena pemikiran itu mungkin dalam auto thinkingku hanya berlaku pada barang. Untuk apa, seberguna apa, tahan berapa lama, untungkah, rugikah, aaahhh...

Ingin rasanya kuteriak.
Sebenarnya, apa-apaan aku?
Apa karena aku berpikir begitu jadi orang berpikir begini? Atau aku di mata mereka hanya sekedar ....?
Entah kalian menyebutnya apa.
Tapi aku menyebutnya krisis kepercayaan.

Entah sejak kapan sulit aku untuk mempercayai orang.
Hingga akhirnya kutepiskan pemikiran dangkal itu, bahwa setiap orang memang harusnya begitu.
Tapi...

Lagi-lagi nuraniku tak merasa bahwa itu tidak benar.
Aaaahhhh... Polos? Sok polos? Berlagak polos?
Iya, tapi enggak juga. Aku kadang ingin bertanya kepada banyak orang, wajarkah? Dan mereka bilang iya wajar, tapi hati kecilku mengatakan, kenapa aku tetap merasa tidak wajar?

Kalau pergaulan yang kurang luas, sepertinya bukan. Tetapi karena mindsetku yang sebegini saja 😂
Oke, abaikan....
Terlepas dari normal menurut orang lain a.k.a wajar.
Apa emang tiap kita ngelakuin sesuatu harus ada suatu timbal balik?
Nggak kan? ( Di sini agak ngegas 😊)
So, when we need someone to share something, and you have it (whose thing they need).
You think again for share it for your someone?
You didn't lose anything. Just share.

Yah, hanya sepenggal unek-unek lagi dan kesekian kalinya tentang orang yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^