Pernah kita merasa salah.
Pernah kita merasa berdosa.
Merasa, perasaan. Hal abstrak yang dengan segenap hati ini ingin kukalkulasikan saja menjadi sebuah bilangan.
Jika angka menjadi penentu kehidupan.
Mungkin nilaimulah yang paling rendah di mataku.
Jika angka menjadi penentu kesucian hatimu.
Mungkin nilai minus untukmu di hatiku menjadi yang paling buatku ngilu.
Semua yang sudah tercipta.
Menjadi kesia-siaan.
Dengan segala kesia-siaanmulah.
Perlahan mata batinku seperti terbuka.
Kau mendua.
Kau hanya banyak omong saja.
Kau tak lebih pecundang di mataku.
Aku bukan merendahkanmu.
Sungguh...
Tapi kau buat nanarku menilaimu begitu.
Jujur, andai saja perilakumu bisa membuatku tau sebagaimana perjuanganmu.
Aku mungkin tak lebih hanya bermodal percaya.
Tapi ini sudah keterlaluan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^