Ada banyak yang terjadi. Sepertinya blog memang satu-satunya yang bisa menepiskan rasa khawatirku.
Pertama...
Pertama...
Semua ada padamu menjadi yang pertama...
Gundahku. Raguku. Sayangku. Dan ketidakrelaanku hingga begini.
Katanya egoku yang jadi taruhan. Nyatanya logikaku juga ikutan.
Apa yang harus kulakukan?
Menunggu saja tanpa tahu apa yang harus kulakukan?
Aku bukan tipe yang begitu.
Aku ingin rasanya menapikkan semua.
Asa...
Rasa...
Hanya cukup tentang kita.
Tentang kita.
Kita.... Dan kita.
Semuanya jadi sedikit ambyar dengan segala cerita baru tentang ketidaktulusan, ketidakbenaran, semua kebohongan, dan segala tetek bengek yang ingin kumusnahkan.
Sungguh.. ingin ku musnahkan!!!
Aku tidak tahu harus berusaha bagaimana lagi.
Aku tidak tahu harus berencana bagaimana lagi.
Memelukmu selalu atau cukup mendekap erat tanganmu yang selalu saja menerima pelukanku dengan tangan terbuka?
Atau mungkin membunuhnya yang telah membuatmu terluka dan hanya bisa menyakiti raga dan jiwamu?
Sungguh... Aku ingin membunuhnya.
Wajarkah?
Tak rela ada yang membuatmu menangis.
Aku saja mati-matian menjagamu agar tetap tersenyum di dekatku.
Tak perlu lelap dengan segala bahagiamu karenaku.
Cukup cerita kau bagi denganku saja sudah cukup.
Dan dia ingin kumusnahkan lagi.
Lagi, lagi, lagi dan lagi.
Aku ingin memusnahkannya.
Dan pengandaian kita tentang waktu yang tak bisa datang lagi.
Pengandaian kita akan masa yang menjadi debu tak bernama dengan segala rasa kita.
Pengandaian kita tentang rasa kita yang tak pernah menyerah hingga kini.
Aku ingin memelukmu.
Sungguh.
Aku ingin mencumbumu.
Sungguh.
Aku ingin mengecupmu sepuas hatiku.
Sungguh.
Aku ingin selalu berada di sampingmu.
Sungguh.
Wajarkah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^