Ada banyak hal yang berlalu lalang di pikiranku.
Entah harus kuapakan.
Semua menghilang begitu saja ketika menatap wajahmu.
Kurasakan lagi siapa aku.
Aku ternyata orang yang begitu pengecut.
Selalu saja berlari menjadi pilihanku yang pertama ketika semua menjadi pilihan dan tak ada pilihan sekalipun.
Hancur lebur badan.
Pikiran. Hanya sebagian kecil asa yang sedikitpun tidak terlintas bahwa aku mengalami masalah.
Tapi kini aku sadari.
Ada banyak yang harus kuubah.
Menjadi tertutup misalnya.
Hanya perlu menjadikan dunia ini duniaku saja.
Dengan aku yang tak perlu menjadi orang lain.
Dengan aku yang tak perlu berpura-pura bahwa semua pilihan hidupku ini adalah pilihan orang.
Bukan. Ini pilihanku.
Itu hanya sedikit pembelaan yang memang sering dilakukan banyak orang mengapa mereka tiba-tiba merasa menyesal atas kesalahan yang sudah mereka pilih.
Aku? Sama...
Tapi sepertinya cukup sampai sini.
Aku ingin menjadi orang yang egois.
Dalam sisa hidup yang aku kira sudah cukup ku hidup untuk orang lain.
Aku tak ingin menjadi orang baik lagi.
Nyatanya semua sudah kuusahakan. Terlalu banyak ekspektasi mereka padaku yang .....
Hidupku bukan dalam pusaran ekspektasi mereka.
Aku bukan orang suci. Jadi sebenarnya aku pun bukan orang baik. Labil? Bukan. Sudah terlalu tua untuk merasa labil dengan segala upaya agar terlihat sok dewasa.
Realitas yang sesungguhnya inilah yang perlu dilihat.
Semua menjadi sedikit "yang dibutuhkan adalah ketenangan dalam hidup".
Aku tidak butuh menjadi orangnya yang bijak, meskipun dielu-elukan sangat menggoda dan menyenangkan.
Aku tidak butuh menjadi orang yang baik, meskipun tau sematan gelar baik cukup membuat orang untuk percaya dan bisa memberi 'segala'.
Bisakah mereka mengerti? Aku muak menjadi orang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^