Selasa, 19 Juli 2016

aku bukan berkata benar dan salah, hanya saja cinta ini banyak rasa

duniaku memang tak sesemu senja yang kilaunya selalu hangatkan hati yang lelah.
bahkan semua kataku tak pernah terpuji dengan sebuah kata percaya yang mengeluhkanku dengan perasaan bangga.
tidak. bukan. hanya sebagian orang yang mampu menikmati itu semua. tetapi salah satunya bukan aku.
ini sebagian kisahku, sebagian milik mereka, dan sebagian lagi hanya sebuah 'destiny' yang entah memang ada atau tidak.
bukan. bukan aku tak percaya. aku percaya semua sudah tertulis. hanya semua 'destiny' yang kutulis di sini adalah AKU.

sebut saja dia 'Mutiara'. kububuhkan kisahnya dalam jemari malamku yang lelah seusai kerja. mendengar ceritanya semakin aku yakin bahwa memang cinta begitu banyak arti dalam setiap kehidupan manusia. ketika terjatuh dan mencoba bangkt, menahan rasa rindu yang membuncah, dia datang, mencoba bermanja, tetapi nyatanya untuk berkata selamat tinggal yang dengan brengseknya (menurut saya) ia menjatuhkan si Mutiara berkata ia memiliki seseorang yang akan dinikahinya. wuah, hebat. dunia sedang bersandiwarakah? atau menunjukkan, tidak perlu menonton bioskop dengan alur yang tak terduga untuk menangis haru apa yang 'coba' sedang kau rasakan. see? dalam kehidupan nyatamu, kamu punya tokoh utama lain selain dirimu yang sedang menikmati pahitnya kehidupan.

dan yang satunya lagi, sebut saja 'Wanita'. menjalin asmara selama bertahun-tahun, lalu kemudia ia ditinggalkan. tanpa kata. hingga ia memutuskan, ini sudah berakhir. se-simple itukah? tidak. dengan rumah yang sudah dicicil, perusahaan yang sedang jatuh bangun, bahkan tangisan dan kerinduan seakan tak cukup terucap dari pesan-pesan menguras air mata, tanpa tahu apa yang harus diperbuat.

satunya lagi, panggil saja 'Hitam'. terombang-ambing dengan obsesi tentang kebebasan. dalam hidup. dalam memilih. dan akhirnya menutup telinga dan tenggelam dalam setiap kata yang tercurah sambil memeluk jaket hangat. lalu apa hubungannya dengan cinta? yah, dia memutuskan untuk tak lagi mencinta, tapi ia habiskan waktunya untuk mengagumi cinta.

semua kudengarkan dengan sesenggukan tanpa air mata. yah, mereka perempuan. aku tak pernah berencana bertemu mereka. hanya pekerjaan yang membuatku melangkah keluar, dengan harap semu semua mampu membuatku hidup lagi.

untuk perempuan ketigalah yang membuatku sedikit bingung. si Hitam. bagaimana mungkin mengagumi cinta tanpa mencinta? hampir 4 bulan dia hanya berkutat dengan segala rutinitas gila menurutku. menangis sejadi-jadinya hingga lingkaran hitam menjadi pelengkap kecantikannya yang sayu. kemudian, bahagia sejadi-jadinya dengan keceriaan yang membuatku juga ingin bahagia dalam ceritanya. kemudian kami berempat hanya terduduk sendiri di minuman masing-masing sambil menikmati hingga tegukan suara 'sruuut' berhenti.

ini bukan tentang bagaimana juga perempuan kelima selain aku menikmati bermanja dengan mantan kekasihnya, yang ia tahu sudah memiliki pengganti. tak masalah buatku jika memang ingin saling menikmati satu sama lain tanpa ada yang tersakiti. bukankah cinta sendiri cukup untuk buatmu tersenyum saat kelelahanmu dalam kehidupan sudah terasa di ujung ubun? cinta ini menguatkan. hanya yang kusesalkan dari cintanya. logika dan realitas bukan lagi menjadi prioritas. membanggakan perasaan bukan hanya tentang perempuan mencintai dan berpikir begini-begitu. bukan. tetapi perempuan lain di samping lelakinya ini yang mungkin terluka. pedulikah aku? aku tidak peduli juga. hanya...... cinta memang selalu bisa membuat orang menjadi bodoh. tapi sebodoh inikah? aku pribadi memang pernah mencinta dengan bodoh. namun hati nurani dan logika semuku selalu menang. dan akhirnya kupupuskan rasa dan memendam kebodohan itu dalam puisi-puisi yang membuatku sesenggukan sendiri.

cinta.
jujur saja tidak akan pernah habis kata untuk menggambarkan satu kata itu. terlebih, jika cinta itu sudah seperti darah kental. dan membunuhmu pelan dengan harapan semua virus kenangan itu hanya terdapat keindahan. agar menikmati hidup dengan sebagaimana keinginan,

samudra senja. jam sebelas malam. tanggal 19 Juli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^