Ingin rasanya ku menangis sendiri.
Belum pernah rasanya ku memaki diriku yang ternyata tak pernah mau tau tentang semuanya.
Cukup tau ternyata bahkan orang tersayangmu menusuk dirimu seakan dia bukan siapa-siapa.
Cukup tau dan semua itu tak bisa seenak jidat menghindari dan membuatmu sadar kau memiliki hidup sendiri.
Ingin rasanya ku berteriak pada semua orang....
Aku pun ingin kau dengar dengan segala lelah upayaku dan apa yang harus kulakukan.
Aku pun ingin sesenggukan manja pada pelukan dan semua yang kulakukan cukup.
Bahkan sedikit saja meski tanpa ucapan, setidaknya tatapan sayang menandakan bahwa aku sudah berusaha keras.
Aku sudah sangat berterimakasih.
Bahkan tak pernah sedikitpun...
Selain kata-kata yang kini kuanggap sampah dan kau ucapkan ketika saat yang membuatku hanya memasang wajah gagu.
Bingung?
Ini sama seperti kekasih yang memohon maaf padamu, namun besoknya melakukan lagi kesalahan yang sama namun kau tetap berusaha mempertahankan yang ada.
Jika saja....
Jika saja....
Semua kejikaan itu hanya sebuah pengandaian dan aku sudah lelah untuk berlari.
Setiap hari ku belajar tau diri.
Agar semua tau bahwa ku juga sedang menanti.
Sedang berdo'a.
Cukup lelah ketika kau tau semua yang kulakukan tak sama dengan yang kukatakan.
Sangat lelah.
Memang selalu salah mengharapkan sesuatu apapun pada mahkluk bernama manusia.
Cukuplah ku berharap pada Tuhanku dan diriku.
Tak pernah ada setitik pun aku pun berharap dimengerti sehari saja.
Setidaknya kalian menghormati setiap keputusanku...
Aku sudah sangat berterimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^