Minggu, 25 Juli 2021

masih belum

Hari ini rasanya cepet banget capek.
Ketika berdamai dengan diri. Mana yang menjadi penting dan tidak semua hanya tentang penilaian.
Tapi juga tidak menutup kemungkinan akan menjadikan yang sebelumnya tidak penting menjadi penting yang seharusnya.

Kita tidak bisa memilih memang akan dilahirkan di keluarga yang seperti apa. Menjadi anak pada orang tua yang bagaimana. Dan akhirnya menjalani hidup yang, yah kita nggak tahu.

Istilah-istilah pembenaran yang berkedok moral mulai berseliweran. Seharusnya bisa berhenti untuk mulai menghidupi sendiri. Seharusnya sudah mulai belajar untuk berjalan sendiri. Tetapi ketika ternyata bertemu pada kebenaran menurut mata kita sendiri. Akan ada banyak pemberontakan. Yang kebanyakan, dinilai dengan konotasi negatif. Padahal juga tidak begitu.

Hingga hari kesekian, masih belum istiqomah untuk menulis. Bahkan, aku mengutuk diriku yang pelupa ini. Menyumpahi kenapa sifat licik manusia ini ada. Ah, sudahlah. Nanti saja. Sifat prokrastinasi, dan pembelaan diri yang seyogyanya tidak perlu kulakukan.

Aku masih ingin berdamai dengan diriku. Menerima segala tamparan yang perlahan datangnya dari orang-orang sedarahku. Yang harusnya bisa kudekatkan dengan diri. Tapi mereka seakan memberi ruang dengan dalih. Dan tak sedikit pun berkenalan denganku. Aku yang seperti apa. Apa memang benar yang kutampilkan adalah diriku? Mereka tidak peduli. Jika kutunjukkan siapa aku, pertanyaan terbesarku, sanggupkah mereka menerima? Bukan, aku bukan tak mau berkompromi. Tapi mencoba menghormati yang jadi pilihanku, bukan dalam kamus mereka. Itu sudah tertulis jelas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^