Kau kumpulkan keberanin setelah meluapkan segala hal yang sekiranya belum selesai. Dan mungkin kini giliranku yang ingin kau bantu.
Hidup denganmu mulai membuatku berpikir, bahwa kau memang pantas kuperjuangkan.
Tapi belum sepenuhnya yakin.
Kau ajarkan aku bagaimana menjadi cukup "sewajarnya".
Dan ku sadari dunia ini memang ada kau dan aku dalam kelap indah.
Genggaman tanganmu, jujur tak membuat berdetak seperti dulu.
Dingin. Biasa. Tidak hangat. Tapi nyaman.
Memelukmu. Merebahkan kepalaku yang penat di pelukmu.
Ku mulai nyamankan bagaimana cara bicaraku bisa sesabar itu padamu. Tapi memang begitu jika di hadapan orang yang kusuka. Tidak meninggi, meski kata-kataku kadang menjengkelkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^