Rasanya seperti turbulensi waktu yang mengekang.
Tiruan angin dan hujan berdinamis membentuk dimensi ke-aku-an.
Sajak ku dendangkan bersama cahaya.
Benarkah Andromeda ada di sana?
Peluk sesal tahun itu menghantui.
Hanya senyuman miris dan mendekap lutut.
Sayang.... Menatap senyumanmu bisakah tenangkan gundaku?
Atau pelukmu mampu lipurkan laraku?
Menapaki jalan ini, menatap hamparan awan.
Berbaring saja bersama rumput ilalang.
Damaikan asa...
Ingatkanku tentangnya.
Dosakah? Bahkan tanpa sadar tetesan bening menghiasi pipi.
Pualam nisan kupandangi. Namanya.
Dan aku pergi...
Tiruan angin dan hujan berdinamis membentuk dimensi ke-aku-an.
Sajak ku dendangkan bersama cahaya.
Benarkah Andromeda ada di sana?
Peluk sesal tahun itu menghantui.
Hanya senyuman miris dan mendekap lutut.
Sayang.... Menatap senyumanmu bisakah tenangkan gundaku?
Atau pelukmu mampu lipurkan laraku?
Menapaki jalan ini, menatap hamparan awan.
Berbaring saja bersama rumput ilalang.
Damaikan asa...
Ingatkanku tentangnya.
Dosakah? Bahkan tanpa sadar tetesan bening menghiasi pipi.
Pualam nisan kupandangi. Namanya.
Dan aku pergi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^