jika memelukmu bisa tenangkan hati ini, aku ingin memelukmu setiap hari.
jika dengan menatap matamu bisa buat jantung ini berdetak karuan, seharusnya tak pernah kulepas tanganmu dariku sejak dulu.
jika belaianmu bisa buatku sebegitu nyaman, tertidur seharian dalam bahumu akan selalu jadi obatku.
namun itu semu adalah jika.
kini kau tak pantas lagi kurasa.
bahkan, ciuman terakhir kita, tak akan pernah berakhir sejak kau mengucap janji suci.
sayang...
benarkah cinta sejati itu ada?
bukan aku yang mengkhayalkannya atau berharap kau memang tercipta untukku?
beribu pelabuhan kusinggahi untuk tahu apa memang bisa kupautkan jangkarku.
namun, kau dan aku, bersatu lagi dalam kebisuan nyaman dan saling memeluk mesra.
aku tak pernah ingin buatmu menangis
tetapi nyatanya, aku selalu buatmu menangis.
aku pendosa. entah dirimu.
dia baikkah? dia mengerti dirimukah?
atau dia tahukah dengan semua kesukaan dan kebiasaanmu?
atau aku yang memang merindukan di tempatnya untuk buatkan makanan dan segala kebutuhanmu?
aku terlalu buta untuk memeluk dan melepaskanmu lagi.
aku bahkan terlalu pincang hingga tak bisa berpikir jernih.
kurelakan cinta ini tanpa harap yang pasti.
balasan dengan keindahan cinta yang kutahu....
kau dan aku akan selalu di sini.
maafkan aku wahai bunga tanpa nama yang tak pernah kukenal.
kau bukan malaikat, tapi aku juga tahu... kau hanya kau.
tanpa tahu dia akan selalu sama.
bahkan bahagiaku, cukup untuk melihat kau mengerti dia sepertiku mengerti dirinya.
bisakah?
agar kurela melepasnya...
agar kutahu, kau memang pantas untuknya.
jika dengan menatap matamu bisa buat jantung ini berdetak karuan, seharusnya tak pernah kulepas tanganmu dariku sejak dulu.
jika belaianmu bisa buatku sebegitu nyaman, tertidur seharian dalam bahumu akan selalu jadi obatku.
namun itu semu adalah jika.
kini kau tak pantas lagi kurasa.
bahkan, ciuman terakhir kita, tak akan pernah berakhir sejak kau mengucap janji suci.
sayang...
benarkah cinta sejati itu ada?
bukan aku yang mengkhayalkannya atau berharap kau memang tercipta untukku?
beribu pelabuhan kusinggahi untuk tahu apa memang bisa kupautkan jangkarku.
namun, kau dan aku, bersatu lagi dalam kebisuan nyaman dan saling memeluk mesra.
aku tak pernah ingin buatmu menangis
tetapi nyatanya, aku selalu buatmu menangis.
aku pendosa. entah dirimu.
dia baikkah? dia mengerti dirimukah?
atau dia tahukah dengan semua kesukaan dan kebiasaanmu?
atau aku yang memang merindukan di tempatnya untuk buatkan makanan dan segala kebutuhanmu?
aku terlalu buta untuk memeluk dan melepaskanmu lagi.
aku bahkan terlalu pincang hingga tak bisa berpikir jernih.
kurelakan cinta ini tanpa harap yang pasti.
balasan dengan keindahan cinta yang kutahu....
kau dan aku akan selalu di sini.
maafkan aku wahai bunga tanpa nama yang tak pernah kukenal.
kau bukan malaikat, tapi aku juga tahu... kau hanya kau.
tanpa tahu dia akan selalu sama.
bahkan bahagiaku, cukup untuk melihat kau mengerti dia sepertiku mengerti dirinya.
bisakah?
agar kurela melepasnya...
agar kutahu, kau memang pantas untuknya.
Reup : 06 08 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^