Remahan yang tiba-tiba datang lagi tidak perlu ditangisi, bukan? Nyatanya bukan salahku. Hanya sedikit kesedihan yang kutahan. Mengenang lagi keriuhan. Meredam lagi kisah sunyi tak bermuara.
Perlukah namanya kuukir dengan do'a? Percuma kau berdo'a jika dia malah menjadi makhluk Tuhan yang tak pernah mengerti do'a. Bukan kusangsikan. Tapi teruntuk dirinya. Tak lebih dari tembok kosong yang menganggapku masa depan cerahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^