Sadar menangis menjadi bagian yang sulit lagi kulakukan.
Merindukan sesenggukan dan menjadi sakit karenanya, apakah bisa menjadi baik-baik saja?
Rasanya hampa.
Entah sudah berapa lama.
Satu persatu dunia maya kutinggalkan.
Kutanggalkan semua kesenangan tentang mengatakan pada dunia bahwa aku biasa saja.
Menghilang seakan menjadi keseruan dan membangun kerangkengku sendiri.
Tak sadar sudah seperempat abad aku bernafas.
Menghilangkan jejakku.
Mengabadikannya sendiri.
Menghapus langkah demi langkah.
Benarkah aku baik-baik saja dengan melepaskan satu persatu yang dulu menjadi jalan hidupku?
Aku mulai kehilangan arti berharga.
Aku mulai mati rasa bagaimana caranya mengeja rasa.
Aku mulai lagi merasa buta untuk mengukirkan hidupku harus melangkah kemana?
Aku mulai mempertanyakan untuk melepas semua mimpi yang dulu pernah kuperjuangkan.
Kenyataan bahwa aku melangkah sendiri.
Kenyataan bahwa memang hanya aku berdiri sendiri.
Kenyataan bahwa aku memang memilih untuk begini?
Benarkah? Atau memang aku sedang bercanda lagi dengan dunia?
Kesakitan yang menjadi biasa.
Rutinitas yang menjemukan asa.
Kembali pada realita tentang semua tak lebih mencari lembaran angka.
Dan kehilangan perasaan berharga yang dulu sempat terjaga.
Memandang bahwa semua sudah tak berarti lagi dan sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^