Minggu, 27 Juni 2021

Novemberku

Sepertinya melodi suaramu terukir jelas di otakku.
Menjadi lullaby dalam lelapku.
Memelukkan senja pada untaian hangatku.
Dan sejukku yang menjadi lembutmu.

Menetes setitik demi setitik.
Bahkan seperti bahagia yang melebur.
Menatap segala rasa.
Aku tau engkau akan menjadi bahagia dan sedihku.

Tak ingin naif jika bersamamu tidak akan terus tersenyum.
Mili masa akan terus memaksa kita dengan kisah terburuknya.
Seperti maut yang siap di depan untuk selalu menunggu.

Aku mencintaimu dengan caraku.
Kau mencintaiku dengan caramu.
Namun memilihmu untuk menjadi tidurku....
Rasanya selalu menjadi bagian paling menyenangkan dalam keseharianku.
Mengukir namamu.
Menjemput cintamu.
Bermanja denganmu.
Menciumi bibirmu.
Memeluk erat pinggulmu.
Bermesraan dengan deru nafasmu.
Menatap lekat wajahmu.
Menggenggam jemari-jemarimu.
Bergandengan tangan dengan banggaku.
Mencium aroma tubuhmu.
Mendengar detak jantungmu.
Merasakan segala rasa dalam emosimu.

Aku tak pandai membacamu.
Bahkan ketika aku menangis ingin rasanya kau menjadi persinggahan sebelum lelapku.
Aku tak pandai melipur laramu.
Bahkan ketika sendu itu datang, aku hanya mampu menahan isak dan tangis agar kau tak tahu aku menangis untukmu.

Merindumu merajamku.
Ingin rasanya segera esok hari dan berlari ke arahmu.
Ingin rasanya dalam dunia hanya ada kita berdua.
Dalam lamunan kisahnya.
Dalam balutan kemesraannya.

Agar yang kau lihat hanya aku.
Memeluk senja.
Merindunya.
Biar aku saja yang terluka.
Bukan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^