Minggu, 27 Juni 2021

Ini...... Rindukah?

Tahukah kau waktu kuta tidak sebentar?
Kau memelukku dengan caramu.
Dan hanya kau yang mampu buatku terus terngiang.

Aku bukan pencinta yang punya banyak ambisi untuk memilikimu.
Memandangmu yang begitu kelelahan buatku cukup lelah.
Inginku mengusap kepalamu dan menyandarkan di pundakku.
Inginku menghapus keringatmu dan membuatkan teh hangat untuk mengurangi stresmu.

Bisakah kau menyadari sewindu ini telah mengukir namamu dan tak ada yang bisa mengganti?
Benar, kuhapus nomormu.
Benar, kuhapus semua foto kita.
Benar, kurobek dan buang segala kenangan saat kita bersama.

Tapi nyatanya aku tetap berharap.
Berharap tak bertemu lagi.
Biarlah jadi angan-angan rindu yang selingkuh.
Jika kita bertemu....
Entah akan berapa lama aku akan memelukmu.
Melumat bibirmu.
Mengecek keningmu.
Dan menggenggam erat jemarimu agar tidak pergi.

Aku tak peduli dengan segala urusanmu.
Biarlah aku jadi pelepas lelahmu.
Tapi ini hanya anganku.
Kau tak lagi di dekatku.
Hanya ada dalam khayalku.

Bualan hina ini tak pernah kutunjukkan untuk yang lain.
Tetap sama yang menggemgamku erat hanya engkau.
Dan aku juga yang melepasmu trga tak menoleh untuk pergi.
Kita tak bisa bersama.

Malaikat itu membutuhkanmu.
Malaikat itu mencintaimu.
Malaikat itu seutuhnya bagian hidupmu.
Kupilih untuk pergi.
Aku tak akan menelan lagi ludah yang kubuang.
Bahagialah dengan pilihanmu.
Aku akan turut bahagia dalam lantunan rinduku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^