Senin, 04 April 2016

Pergi

Kini ku relakan semua tentang kita untuk pulang ke tempatnya masing-masing. Berlarian memecah lagi bagian-bagian semu untuk pergi lagi kemana mereka mau.
Dengan senyum ku tertawakan hari yang pernah ku tangisi.
Berkawankan hujan dan pelangi sekejap yang memanjakan mata dan hati yang bersedih.
Ah... Kata itu lagi. Harusnya ku hilangkan saja dari kamusku.
Kata mereka, mata ini mulai meredup.
Aku bukan keturunan orang C*** yang memiliki mata sipit.
Tapi memang... Tatapanku tak sesendu dulu dengan keriput yang hiasi kelopak mataku yang lelah.

Banyak catatan dalam piluku yang ingin ku buang.
Lingkarang putih hiasi mimpi, seakan sayap-sayap merpati sadarkanku.
"Aku ingin terbang!"
Hiasan suara guntur.
Amarah dalam simfoni kalbu.
Kerikil-kerikil bisu yang hanya menatap diam saat kaki ini melangkah saja tak tentu arah.
Berlari di pagi subuh.
Menghirup oksigen bersama debu.
Membuat semuanya seperti pertama kali aku melangkah.
Belajar untuk mulai bisa berjalan.
Bahkan hanya untuk mendorongku jatuh.
Dan kau ambil lagi serpihan kaca.
Kau lukis satu nama.
Namaku.....
Dan menari. Seperti orang hilang akal.
Kita menari.
Hitamku semakin semu.
Berjalan di keabu-abuan tidak akan pernah menyenangkan.
Berlari....
Memelukmu.
Tidak lagi dalam khayalku.
Pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^