Minggu, 10 April 2016

Seucap...

Aku mencari. Bahkan sedetik saja rasanya melelahkan. Seandainya cerita itu milikku. Menemukannya, memutuskan bersama, kalaupun akan kehilangan... Tentunya rasa sakit lagi. Namun, berakhir dengan satu nama. Tetapi hidup tak seenaknya bisa kita tuliskan. Bertemu siapa, jatuh cinta dengan siapa, bahkan merasa nyaman dengan siapa. Semua itu mustahil untuk direncanakan. Namun, cukup terlepas dan sering mereka sebut dengan kebetulan. Seucap saja bertanya dalam hati, apakah ini memang kebetulan?
Namun, sahabat menepuk pundakku dan mengingatkan. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah terencana dalam skenario Pencipta. Aaahhh, fikirku. Kemana saja aku kemarin? Melupakan nikmat Tuhan bahwa memang semua jalan hidup ini sudah ter-skenario semedikian rupa. Kita, hanya menuliskan impian dan berusaha mewujudkan! Sial, bagaimana aku bisa lupa? Tersesatkah aku kemarin?

Puing-puing sepi seperti menamparku. Dingin ini, hadirkan rasa sesal! Mengapa aku tak tertidur saja? Berjalan sendirian begini... Sudah terlalu malam. Jam lembur bahkan tak bisa pejamkan mata yang lelah ini. Rasanya seperti membakqr mimpiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^