Terimakasih, Tuhan...
Kau hadirkan lagi rasa yang sama.
Yang perlu ku lakukan sekarang hanya memandang awan.
Dengan segala dayaku untuk menjadikannya pelangi tanpa hujan.
Biar seperti memecah andromeda.
Bingkisan terindah di antariksa yang tak terjamah, hanya mengira.
Palung karang membelah ombak di lautan.
Mata sayuku hanya mengawasi dan berharap menjadi camar untuk lari.
Ku nikmati awan yang mulai mengarak matahari bangun.
Warna jingganya....
Sendu senjanya.
Seakan membuatku ingin berlari ke sana dan membelai mesra rona merahnya.
Tak mudah. Aku tau...
Bahkan ku dapati diriku berjalan.
Dan duduk saja seperti peri yang cahaya mati.
Remukkah? Sayap-sayap ini apakah remuk?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^