Selasa, 24 Oktober 2017

Awan

Kadang tak perlu untuk ucap...
Cukup dengan bahasa rasa yang melegakan.
Memiliki mereka adalah takdir.
Cukup untuk kumiliki.
Dan ketika tau cukup itu seyogyanya, hanya cukup.
Kau sadar. Hidupmu harusnya lebih baik jika bertemu dengan mereka yang baik.

Tidak usah lebih baik.
Membuat hati merasa baik selalu, bukannya itu yang kau cari agar hidupmu lebih berharga?
Salahkah keinginan hidup yang baik itu menjadi suatu keharusan?
Aku tidak perlu dielu-elukan.
Tak perlu dipuji-puji.
Tak perlu dibangga-banggakan.
Selayaknya idealis seorang manusia bukanlah untuk eksistensi semata.

Ketika menemukan menjadi ungkapan bahwa hidup ini menjadi lebih berharga.
Mengapa kau anggap itu suatu keangkuhan?
Jika yang dicari hidup adalah tentang baik di mata orang.
Semua yang pernah ada di dunia. Tak akan pernah menjadi lebih baik.
Karena hanya sibuk mencari yang terbaik untuk mata mereka sendiri-sendiri.
Begitupun aku....

Landasanku berharap semua bisa saling menghargai.
Baik keputusan maupun apapun yang dipilih.
Tapi....
Menghargai katanya ada harganya.

Kupertanyakan lagi... Lagi... Dan lagi...
Apa ketulusan itu?
Apa kesungguhan itu?
Apa memang tak ada?

Awan mengiringi langkahku...
Sejuknya.
Sayapnya....

Dan aku, tetapi berada di bawahnya...
Mengaguminya.
Dan ingin memeluknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^