Biarkan angin ini menghampiri...
Biarkan kicau gereja bangunkan pagiku...
Biarkan sesak ini memenuhi nafasku...
Biarkan guyuran hujan ini mendekapku dalam sepi...
Jalan ini buatku terjatuh.
Begitu sakit kaki ini menapakkan jari.
Mendekap kesunyian yang berlari kecil jauhi pilu.
Namun, malam tetap memeluknya tak mau pergi.
Terenyuh ku menangis menatap wajah harumu.
Ciptakan kesenduan senja di malam tanpa bintang.
Kepakkan sayap sadarkanku bulu-bulu ini terluka.
Membekapnya dengan kain putih lusuh, untuk sembuhkan perih yang menjauh...
Bukan kuratapi keindahan ini...
Bukan juga kusiakan sisa hidup untuk berdiri.
Terlalu jemu surga kudesaki dengan air mata.
Bahkan kerinduan perlahan menyisipi relung hati yang hampa.
Melodi seperti mengalunkan nada ajaibnya.
Berdendang tak seperti biasa.
Apa bulan sudah memecah bintang yang tutupi angkasa?
Atau awan menutupi semua dengan keabu-abuan keangkuhan?
Kekasih tak akan datang sepagi ini.
Mendekapnya dari kelelahan punggung yang mulai menua.
Biarkan bintang ini menari.
Pergilah hujan hadirkan pelangi.
Senjaku kuciumi dengan rela...
Bahkan untuk selamanya pergi dari dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^