Mendengarmu saja miliki hati berparas kesejukan. Entah harus ku apakan sesak-sesak kenangan yang menitikkan airmata dapat terhenti?
Bayang... denting-denting kaca seperti wadah bagi tetesan ini. Airnya seperti berdetak mengikuti ritme jantung yang sedikit melemah. Tersenyum. Ingatan itu yang mungkin tak akan terlupa. Memeluk siluet dengan do'a yang kuucap. Semoga Tuhan meluangkan sejenak... "Pitutur nggambaraken watak, menawi sae ayu tenan kowe nduk." Ibu. Ibu dari ibuku... akan tetap jadi bagian hidupku yang paling berharga. Waktu memang tak akan membeli saat bersamamu. Dan aksara kasih nan tulus, mungkin tak sempat terdengar telingamu. Untukmu yang terkasih. Potret mungkin akan kukunci. Cukup kusimpan dalam hati. Siluet manja denganmu. Ku rindu... serindunya ini, ku berdo'a tak hanya aku.
Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^