Jumat, 06 Oktober 2017

Stupid thing I think

Aku mulai menuliskan lagi rasa yang sempat terkurung jeruji.
Kukunci agar tak seenaknya lepas dari sangkar.
Namun, semua memang memilukan mengingat hati yang terjaga setiap malam hanya untuk mengenang.
Bukan tentang kebahagiaan di masa depan.
Aku mengerti dalam bentuk sayangku padamu.
Aku mengerti dalam rasaku yang tak pernah mati kepadamu.
Namun sayangnya, kau memilih pergi dan aku tetap di sini.
Terlalu bodohkah?
Hanya kesemuan jenuh yang kuresapi bahwa aku menikmati kesendirian ini.
Mendo'akan dirimu bahagia? Tidak.
Aku terlalu naif untuk melakukannya.
Cukup ku butuh bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^