Kebahagiaan bukanlah sesuatu yg didekte oleh manusia lain, atau bisa diukur oleh parameter uang, ketenaran atau kekuasaan. Kesempurnaan tidak akan pernah ada. Yang ada, hiduplah dalam konsep individuil akan apa makna kebahagiaan itu sendiri.
Mengapa kita begitu takut mengumbar rasa? Sementara ada kebenaran dan ketulusan dalam kejujuran. Ada substansi hakiki dalam absurditas yg ditakut-takuti norma.
Terkadang cukup mengerti saja tak cukup. Harusnya penuh bangga dengan kebahagiaan, tapi dalam arti seperti apa? Yah, akan tetap absurd seperti makna cinta yang tak perlu terurai. Seyogyanya, semua tentang hidup ini perlu tergambar, dalam konsep bahagia, konsep untuk menjalani yg semestinya... namun tak terpenjara dalam belenggu. Dan bahagia.... semoga tak seabsurd cinta.
LJ by NoRiYu, and by myself. Page 118 about 'Normalitas'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^