Hujan ini jatuh teruai Tuhan.
Aku cukup kedinginan.
Tak bisakah awan sejenak menapakkan kehangatan?
Tak bisakah setitik saja bulan tersenyum walau hanya sesabit memandangku?
Terperangkapkah ini?
Atau bintang sengaja bersembunyi untuk pergi?
Datar...
Pilu ini butuh perban yang mampu hentikan rasa.
Guyuran ini runtuh basahi tanah.
Otak kananku rasanya ingin berontak.
Istirahatkan....
Amarah ini istirahatkan...
Percaya...
Aku sadar hanya pada-Mu rasa ini bisa kupercayakan.
Damaikan deru ombak badai itu.
Agar ikan bisa berenang dengan tenang.
Lelapkan angin yang menderu ranting-ranting rapuh itu.
Biar lelap kupandangi hijau yang tenang bersama awan.
Biar...
Kelam ini sejenak.
Biar...
Makian ini terderap.
Biar....
Cukup kupeluk hangat itu.
Menjadi kenangan...
Cukup kenangan.
Karena cinta akan berkali-kali memaafkan.
Aku cukup kedinginan.
Tak bisakah awan sejenak menapakkan kehangatan?
Tak bisakah setitik saja bulan tersenyum walau hanya sesabit memandangku?
Terperangkapkah ini?
Atau bintang sengaja bersembunyi untuk pergi?
Datar...
Pilu ini butuh perban yang mampu hentikan rasa.
Guyuran ini runtuh basahi tanah.
Otak kananku rasanya ingin berontak.
Istirahatkan....
Amarah ini istirahatkan...
Percaya...
Aku sadar hanya pada-Mu rasa ini bisa kupercayakan.
Damaikan deru ombak badai itu.
Agar ikan bisa berenang dengan tenang.
Lelapkan angin yang menderu ranting-ranting rapuh itu.
Biar lelap kupandangi hijau yang tenang bersama awan.
Biar...
Kelam ini sejenak.
Biar...
Makian ini terderap.
Biar....
Cukup kupeluk hangat itu.
Menjadi kenangan...
Cukup kenangan.
Karena cinta akan berkali-kali memaafkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^