Selasa, 24 Maret 2015

dream?

Seperti bayangan hitam yang selimuti waktu.
Berjalan di belakangku untuk menunggu.
Saat bintang-bintang tak lagi seperti pelangi.
Lukisan pagi cerah berubah menjadi abu-abu di bingkai sepi.

Menangis sendiri tertunduk dalam diam.
Kebisuan yang memecah sendu-sendu alam.
Apakah memang alam sedang bersedih?
Hujan yang paling merindu saja masih bisa tersenyum dengan warna-warna yang bermelodi.

Mencari ruang lapang untuk oksigen yang akan kumonopoli.
Sendiri ini cukup membuatku layaknya berada di surga.
Terlelap melewati dentangan jam yang berlalu.
Detik-detik dalam mimpi yang kosong.

Terbangun dalam pangkuan tangan lusuh menengadah.
Apa yang terjadi? Puisi-puisi dalam bait yang kutulis luruh.
Berjalan di tempat asing seperti berkelana dalam negeri dongeng antah berantah.
Bertemu dengannya seperti bertemu lagi dalam dunia mimpi.
Dulu hanya dalam khayalku…..

Adilkah dengan apa yang terlukis di bola mataku?
Dalam kotak gambar yang bergerak itu, mereka sungguh bahagia hanya dengan melangkah.
Terbalut mewah dalam raga sandang berbagai rupa.
Namun, di depanku…….?
Layaknya cerita yang biasanya hanya kudengar.
Atau memang ini kenyataan dalam luruh selimut yang membutakan?
Buta karena tak mau memandang, seakan lebih baik dari mereka.

Terlintas dalam benak saja…. Enggan.
Diamku mengisyaratkan untuk kembali.
Pulang….
Memeluk sayap yang kutinggalkan.
Menenggelamkan sesak hati.
Sendiri? Tak pernah ku sendiri.
Sayap indah membentang.
Kenangan bahagia.
Mereka yang buatku ada.

Aku terbangun dengan keringat dingin.
Ternyata mimpi….
Terlalu sesakkah sakit hingga mimpi kosong yang biasanya hadir menjadi pemandangan sendu?
Terukir jelas di otak.
Tuhan, buat mereka selalu ada.
Dalam setiap nafas yang Kau beri.
Untuk kalian….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^