Hai…
Bagaimana kabar kibasan merpati di kolam itu?
Sudah lama tak ku pandangi senja yang menyenangkan.
Ketika kicauan-kicauan kecil membangunkan lamunanku.
Daun-daun yang gugur juga seperti selimuti hati yang dingin.
Begitu lama aku menghilang.
Menatapnya saja membuatku begitu sedih.
Merindukan rasa yang membuat serasa kembali.
Seperti kelibatan memori yang enggan terkunci.
Memaksa keluar dari jeruji hati.
Hai….
Apakah kini semua sudah kembali?
Kau bertanya apa itu?
Ingatan.
Ingatan tentang bagaimana alam berbicara.
Yang kadang kita membuat bahasa bisu.
Hai…..
Sadarkah apa yang kini terjadi?
Bahkan mercusuar-mercusuar yang mengumandangkan adzan enggan berbagi kisah lagi.
Mengapa?
Kita terlalu sibuk.
Hai….
Bom-bom rudal sudah memporak-porandakan ya?
Aku menangis dalam kebisuan.
Keheningan hantaman yang tak kunjung usai.
Menerpa wajah dengan hembusan angin lirih.
Sampai kapan seperti ini?
Hai…..
Tahukah kamu?
Cerita takdir ini sudah tertulis.
Sudah….
Airmata ini tak mau berhenti.
Jangan tanya mengapa!
Hati nurani ini tak mampu membendungnya.
Hai…..
Apa memang sudah hancurkah?
Apanya….?
Mereka.
Kedudukan seperti menjadi raja.
Lelah mataku melihatnya.
Bekerja keras otakku memusnahkan ketakutan.
Akan jadi apa Bumi ini nanti?
Sudahlah….
Cukup diam.
Benarkah hanya diam?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^