Selasa, 24 Maret 2015

sejenak saja

Seperti merindu pelangi yang hiasi awan sore ini.
Ketenangan apa yang ku tunggu?
Menjejalkan rasa yang indah membuat kakiku lelah.
Tak bisakah untuk sejenak mengambil nafas dan merubah arah mengambil salju yang cairkan asa di otakku?
Sejenak saja…
Pinta tubuh ini mengambil nafas dan duduk bersila memandang awan putih.
Atau hati yang sudah mulai sesak dengan keadaan yang semakin tak jelas?
Melihat jari-jari yang saling tuding berkata ‘dialah yang salah’.
Melihat dada-dada yang membusung bangga untuk berkata ‘akulah yang benar’.
Sesak.
Seperti merpati yang tersangkar dan tak mampu terbang.
Melihat keluar ingin kepakkan sayapnya melayang melewati awan yang tak akan pernah lelah menaungi bumi dari mentari yang terik.
Terlalu banyakkah aku berkicau?
Atau memang hati ini yang tak mau berhenti mengungkapkan rasa?

Perlahan saja….
Sejenak saja….
Merasakan ini semua….
Menjadikan realita seakan jawaban terindah pada semuak seperti mimpi yang menggantung dengan harapan.
Kata-kata ini memang tak seperti permata yang begitu anggun dan berkilau indah.
Namun, perjalanan seperti apa yang seharusnya ada?
Jika Tuhan saja member rasa yang begitu nikmat dan membuat bersyukur dengan hidup yang apa adanya.
Entah, harus berucap berapa kali terimakasih.
Tuhan tak akan pernah lelah menaungi langkah.
Tuhan tak akan pernah mengambil jalan yang salah untuk membuat mengerti.
Cukupkan saja mengerti ini semua sudah terbagi.
Menerima….
Menerima akan kehidupan.
Seperti benang merah yang dengan rela masuk dalam sela jarum yang akhirnya memberikan arti.
Untuk menjadi satu.
Dalam setiap langkah yang cukup….
Cukup untuk membuat kita berkaca.

Cukup untuk membuat kita mensyukuri semua….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^