Butuh jadi pribadi baru untuk bulan indah ini. Hujan yang pertama hadir. Pelangi yang menemani senja. Bintang yang mulai memilih untuk sedikit terlelap dalam selimut awan.
Senyum, murung, tawa, bahkan kesedihan seperti jadi kepingan puzzle untuk menyempurnakan hari yang kadang rumit. Tapi, justru rumit ini yang membuat banyak hal perlu kacamata yang lebih lebar lagi untuk melihat dunia, cermin yang tidak hanya indah, tapi perlu dibersihkan berkala untuk membuat berkaca diri lebih.
Pijakan ini perlu disemen ulang untuk kuat temani langkah yang kadang... aku tak hanya melangkah, tapi berlari dan meloncat girang.
Tgl 1 hidup ini harus berubah. Dan aku ingin berubah. Tgl 2 aku sedikit kehilangan semangat, badan ini sudah mulai kelelahan. Tgl 3 aku memilih diam, bahkan tangisan ini mulai mengalir tak berhenti sedikit. Tgl 4 telah cukup aku beristirahat. Banyak yang perlu diselesaikan. Tugas, tanggung hawab (yang entahlah, atau ini kepribadianku yang membuatnya begitu), tapi tak berjalan lancar, aku ketakutan. Memikirkannya pun, cinta. Akan kesakitan lagi. Tgl 5 ada janji yang kubuat dengan hati yang mulai mati. Hidup ini tak sekedar mampir. Rindu dalam pelukan kedinginan di sudut ruangan. Yah, hari yang seperti biasa. Tgl 6 memandang lagi semangat dari senyum yang pernah kuhancurkan. Setidaknya cukup untuk jadi pemantik kecil hati yang mati. Dan hari ini, aku harus cukup sadar, kematian ini telah cukup. Keombang-ambingan ini perlu dibuatkan perahu. Mimpi-mimpi yang dulu tertulis perlu diyakini lagi. Bahkan perlu melewati lagi lembar-lembar yang sempat terkubur.
Dan hari ini, hari dimulai untuk membuang sesakit apapun. Sesempit pikiran yang dulu pernah tergenggam. Merindu... yang dulu mati harus hidup lagi.
Mimpiku, sastra, hidupku, bahkan mata yang menatap dan mati, harus hidup lagi. HARUS! Dan hari ini, aku hanya akan ada aku. Farra Laila. Farra yang akan memulai lagi, mimpi yang sempat mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^