Menuliskan lagi...
Merangkai sajak-sajak lagi katanya.
Sayang, kebahagiaan kita.
Ingin kuniatkan hanya pada Sang Pemilik Hati.
Bahagia kita, tidak akan ada tanpaNya.
Jangan lupa untuk selalu bersyukur dalam mengingatNya di setiap hembus nafasmu.
Detak jantungku masih berdegup pun karena kuasaNya.
Sekali lagi, jangan pernah kau lupakan bahwa semua adalah jalanNya.
Sayang...
Dalam peluk malam yang dingin.
Fatamorgana bersama elegi kadang membelenggu.
Bersama mimpi sendu dan sesekali kebersamaan kita.
Jarak mungkin memisahkan kita, namun percaya semua hanya sementara.
Palungku kutancap untuk selalu menjaga hati.
Dengar suara angin sambil menatap senja yang lama tak pernah kunikmati.
Ku mulai kesulitan lagi merangkak dan memeluk.
Pena yang dulu sempat kusatukan.
Tapi denganmu...
Inginku raih lagi keapa adaannya diriku.
Bersamamu kuingin menjadi diriku.
Jika memang waktu menakdirkan kita untuk bisa mengikat janji.
Ku abdikan untuk menjadi teman hidupmu.
Mulai dari setiap jengkal jari dan langkahmu...
Inginku ikuti dan kuamini setiap do'amu.
Sayang....
Mungkin belum pantas kutuliskan segala keinginan membuncah ini.
Tapi bersamamu.
Menenangkanku dengan caramu.
Dalam diamku, kau mengerti diriku.
Tak perlu kata-kata.
Semua kau lakukan dengan bukti tulusmu.
Sayang....
Jika ini juga kau anggap berlebihan dalam ku mengungkapkan.
Maafkan semua metafora dalam majas hiperbolaku.
Karena padaNya tempat mengadu ku sematkan selalu namaMu.
Bersama dengan para malaikat-malaikatku yang membuat diriku ada.
Sayang....
Jangan kau salah takdir jika kita memang belum dituliskan untuk bersama.
Karena ku tau, semua yang terbaik akan selalu menjadi bagian kehidupan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^