Kali ini ku temui mentari yang tersenyum . ia begitu anggun dengan balutan cahaya yang bersemu jingga di ufuk Timur .
“Begitu cantiknya ia. Seandainya mampu ku seperti dia menerangi hari-hari dengan balutan bahagia untuk semua manusia.” Ah, aku sungguh iri padanya .
Aku mulai beranjak pergi dari lamunanku tentang mentari yang begitu indah . Venus melangkah menemaninya sebagai gantiku menemani Langit .
“Venus pun begitu cantik dengan cahayanya yang berkilau di pagi hari.” Aku terlalu sering memikirkan orang-orang diekitarku akhir-akhir ini .
Aku terduduk di temani senja di kesejukan . dia berbinar menenangkan dalam sayupan angin sepoi . aku rindu senyumnya yang indah itu .
“Selamat pagi bintang!” katanya menyapaku sambil berlari kecil .
“Pagi juga. Ada apa gerangan kau begitu bersemangat pagi ini?”
“Aku akan pulang untuk bertemu ayah dan ibuku.” Katanya sambil berbinar . matanya seperti berkata bahwa ini impian yang selama ini ditunggunya .
“Benarkah?” aku ikut antusias melihatnya bersemangat .
Ia hanya mengagguk. Semangat sekali . aku jadi ikut bersemangat melihatnya bahagia . aku juga bahagia . bulan tak lama datang . dengan senyumnya yang menenagkan itu , aku merasa hari ini begitu indah . terimakasih Tuhan .
“Wah, kalian sepertinya bahagia sekali? Apa karena kedatanganku?” ia suka sekali bercanda .
“GR , senja akan pulang. Ia semangat sekali, aku jadi ikut bahagia dan bersemangat juga.”
“Apakah kau juga tak ingin pulang?” tanyanya padaku .
Aku terdiam , yah ayah dan ibu . entah bagaimana kabar mereka . aku hanya menanggapinya dengan senyuman .
“Kalian ingin oleh-oleh apa setelah aku kembali?” senja memecah kebisuan karena kita terdiam cukup lama .
“Aku cukup kue bulan, sudah lama aku tak memakan itu. Kau bagaimana?” ia menyenggol sikuku yang bersebelahan dengannya
“Aku cukup melihatmu kembali lagi kesini dengan baik-baik saja. Dan salamkan untuk kedua orangtuamu senja.”
“Siap!” ia lalu melangkah pergi . ia benar-benar pulang .
“Aku juga ingin bertemu ayah dan ibuku.”
“Pejamkan matamu.” Mars tiba-tiba datang diantara kami .
Aku menurut saja . saat ku pejamkan mata , aku melihat mereka berlari memelukku . oh , aku sangat merindukan mereka . kita makan bersama adik-adikku . aku juga sangat merindukan mereka . bermain , bercengkrama , bercerita tentang keadaan masing-masing , hingga ku tidurkan si kecil dalam pangkuanku . aku juga terlelap . dalam mimpiku aku bertemu dengan Mars . ia menyuruhku untuk bangun .
“Apa kau sudah bertemu mereka?” Mars tersenyum .
“Sudah, aku sangat bahagia. Aku merindukan mereka.” Mataku rasanya tergenang sesuatu .
“Kau ingin pulang juga?”
“Tidak, ini belum waktuku pulang. Tidak apa-apa. Tadi sudah cukup. Terimakasih.” Lalu aku berlari untuk menjalankan tugasku lagi .
Aku merasa sangat bahagia . entah mengapa . mungkin bertemu dengan semangatku .
Bagi kalian mungkin ini hal biasa . tapi tidak denganku . kalian yang masih memiliki waktu bersama dengan mereka yang tercinta , yang terkasih , bahagiakanlah mereka . aku tahu kalian sangat mencintai mereka . seperti kapal yang mencintai daratan . ia rela menerjang ombak dan badai yang dahsyat . untuk kembali dengan daratan . kalian rela melakukan apa saja untuk mereka . waktu tercipta bukan untuk terulang . renungkan yah .....
Sabtu, 09 Juni 2018
Mars & Venus part 4 (2013.01.20)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^