sejenak berpikir amarah ini mau ku bawa lari kemana?
sejenak aku berpikir bagaimana amarah ini ku teriakkan saja didepan wajahnya yang telah menyakiti hatiku.
namun itu hanya sejenak.
ketika ku sesaki pikiran ini untuk leburkan semua asa, tak cukup sepertinya berpikir bahwa aku yang paling benar.
ketika sejenak amarah ini menguasai, nama-nama hewan di kebun binatang seakan ingin terucap semua.
amarah....
kemerahan yang bisa hancurkan setahun bahagia, sebulan bahagai, seminggu bahagia, bahkan sejam bahagia yang akhirnya menjadi suasana kelam.
terucap maaf khilaf tak lama setelah marah terluap.
cukupkah?
apa sejenak amarah yang tersirat ini begitu berharga.
apa tak bisa ku pilih sabar?
apa tak bisa ku pilih diam?
tapi amarah ini kubawa kemana?
ku tersesatkan sajakah hingga tak tau arah kemana ia harus kuungkapkan?
atau amarah ini kupendam?
bukan.
suara hati kecil ini....
lalu ku bawa kemana?
sejenak tentang amarah yang mungkin jika terucap hancurkan semua yang ada.
ambillah air dan siramlah amarah itu agar padam.
betapa semua sebegitu mudah?
padam?
memadamkan amarah tak semudah itu.
harus terluapkan.
harus.
HARUS..?
iyakah?
nuraniku tak mengiyakan.
ada Tuhan dinadimu. ada Tuhan yang selalu sesuai prasangkamu.
ku teteskan airmata yang tak sanggup ku bendung.
air kusiramkan tenangkan dadaku yang panas.
sesuci jernihnya...
seperti luruhkan amarah yang sempat bergemelut ingin keluar.
astaghfirullah....
sejenak amarah ini menguasai.
tapi KAU tiupkan sepercik keindahan dalam pikiran yang semrawut ini.
indahlah seakan semua anugerah.
tentang amarah pun kau sulap menjadi do'a.
karena-MU ku tetap ada, karena-MU pula hati ini terselimuti dinginnya salju.
karena-Mu.
sejenak tentang amarah ini, kau padamkan dengan sucinya nikmat-Mu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^