Sabtu, 09 Juni 2018

Mars & Venus part 3 (2013.01.19)

"Tuhan ampunkanku telah menjadi bintang yang hanya bisa mengeluh. Tuhan maafkan aku yang selalu dalam kasihMu namun sering ku dustakan dengan amarah iblisku. Tuhan aku terlalu takut untuk mencintaiMu hingga rasanya menyiksa hari-hariku. Tuhan, bintang ini butuh belaimu dalam tangisnya yang menyesakkan dan harap untuk menemukanMu dalam setiap aliran darahku. Tu.han ...."
Senja menatapku miris , buru-buru ku hapus airmata ini dan menutupi semua yang ada .
aku tak mau dia terbebani dengan apa yang ada difikirku .
"Kau kenapa?" tanyanya sambil menatap heran sekaligus iba mungkin .
"Aku baik-baik saja. darimana? mengapa kau berjalan sendiri tidak bersama teman-temanmu yang lain?" aku mencoba meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja . yah , akan  selalu baik-baik saja .
"Mereka pergi dengan mentari dan awan. mengapa kau tak dengan bulan? apa kalian sedang bertengkar?" ia mulai memegangtanganku yang basah oleh keringat .
"Kami baik-baik saja. tak perlu bicarakan siapapun. aku baik-baik saja." aku mencoba tersenyum . entah senyumku bagaimana waktu itu . aku membenci diriku yang begini .
"Bisakah kau meninggalkanku sendiri? malam hampir tiba , mendung sedang sakit . air-airnya sedang menyembuhkan. aku harus segera bertugas." aku berdiri dan mulai beranjak .
"Bintang, jangan pernah kau merasa sendiri. aku di sini. aku ....." entah mengapa butiran kristal bening mulai berkaca-kaca di bola matanya yang indah .
"Tenang saja. maaf membuatmu khawatir tentangku. aku baik-baik saja. tak perlu kau membebani pikiranmu. aku juga akan selalu ada untukmu." ku berjalan dengan berat . ingin sekali ku memeluknya dalam keadaan menyedihkan begini. apakah aku buta ? membiarkannya berpikiran tak karuan tentangku dan ku sibuk dengan duniaku ? betapa bodohnya aku ini . aku mulai tak peduli pada tatapan Venus yang memandangku dari jendela kamarnya . aku mulai berlari mengejar langkah senja . hampir saja aku jatuh . tapi tidak , kau tidak boleh terjatuh . konyol jika aku terjatuh saat seperti ini . tapi terlambat , aku tak mendapatinya di kursi taman tadi . aku duduk di sana , berharap dia kembali , sedang jam tugasku seakan berjalan lebih cepat dari biasanya .
 
"Menunggu siapa, bintang?" aku menoleh . ternyata Mars .
"Tidak menunggu siapa-siapa. aku menunggu jam kerjaku." jawabku seadanya .
"Mengapa tak kau suruh waktu memppercepat jam di dimensimu? aku bisa memanggilkannya jika kau perlu." katanya lagi .
"Tidak usah, seandainya ingin. mungkin aku lebih memilih mengulang waktu." suaraku ? kenapa lirih dan rasanya tiba-tiba sesak ? aku menghapus genangan bening i pelupuk mataku yang akan jatuh . tidak boleh jatuh .
"Kau ada masalah?" tanya Mars lagi .
"Aku harus pergi. Maaf." aku mulai bangkit dari kursi taman yang sejuk . ah , andai aku mampu sadari betapa nikmat Tuhan begitu banyak untukku .
 
"Bersyukurlah. jangan pernah menyerah ya. bintang pasti mempu melewati cobaan demi cobaan. hanya perlu bersabar dan bersyukur. jangan pernah lupakan kewajibanmu. aku akan selalu mendo'akanmu." Mars pun beranjak pergi meninggalkanku .
betapa bodohnya aku jika mengaggap semua ini hanya isapan jempol dan Tuhan itu tidak adil pada hidupku . betapa mirisnya dan gobloknya aku . apakah aku mampu memperbaiki semuanya ? oh Tuhan , inikah dunia yang kataMu dapat memalingkan cipataanMu dari diriMu ? maafkan aku .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih ^_^