dua orang sahabat sudah lama tak bertemu. ingin sekali rasanya bintang memeluk bulan dengan tangkapan hangat. tapi.... bulan begitu sibuk termenung, seperti ada hujaman rasa sakit yang menahan air matanya jatuh. hanya karena ada dalam keramaian. bintang akhirnya hanya menepuk bahu bulan. hanya menepuk. senyum getir dan palsu tersungging di bibir bulan. bintang bertanya ada apa, hanya dijawab dengan senyum dan kalimat rasa ini sungguh sesak. berkali bintang bertanya ingin kejelasan yang lebih, tapi hanya jawaban yang sama. seperti kaset rusak, dan bulan menatap kosong. kekesalan dan kesedihan menyatu di benak bintang. ada apa ini, tanpa sadar tangan kanannya melayang dan membuyarkan lamunan kosong bulan. tamparan kasih sayang untuk menyadarkannya.
- aku heran melihatmu kenapa begitu tega dengan perasaanmu! beri saja aku satu alasan!
+ satu saja alasan mengapa sampai saat ini aku bertahan.
- apa?!
+ sadar bahwa rasa ini memang butuh keikhlasan.
- maksudmu?
+ rasa ini, cukup menerima apa adanya, memberi segalanya.
- apa maksudmu? aku benar-benar tidak mengerti.
+rasa ini, bin. tentang rasaku yang memang dengan seharusnya dapat menerima segala lebih dan kekurangannya. dan aku memang tidak akan pernah bisa meninggalkannya.
- yakin?
+ kalau aku tidak yakin, aku tidak akan mengorbankan rasa hingga seperti ini.!
- kuatkah?
+ aku tidak tau. (pandangannya mulai tertunduk menatap kosong)
- hmmm (menghela nafas panjang), aku tidak pernah tau bagaimana jalan berfikirmu. cukuplah itu yang kau rasa. tapi perlu kau ingat, aku sahabat yang akan selalu ada.
+ he em.
- (dalam hati) jika memang kau masih peduli denganku.
ia pergi... yah, pergi. ia membiarkan segala lamunan dan pikiran itu melambung dengan segala imaji hitamnya. seakan lantunan nada dan simponi kesedihan mengalirkan perasaan pilu untuk semuanya. ia pergi.... yah, pergi. pergi dengan segala kehampaan yang sempat ia ingin merasakan berdua dengan cinta yang terpendam. jalan pikiran ini tidak akan pernah bisa diselesaikan hanya dengan logika hampa. logika yang hanya menyelesaikan bahwa hukum gravitasi ini mampu menarik segalanya ke Bumi. yang membuat semua orang dapat berdiri. yah, sayangnya logika yang begitu umum ini, bukanlah logika bulan yang unik. cukup aku memandang. memandangnya dengan segala kesiapan bahwa bahu ini mampu menopang segala kesakitan. yang memang, cukup untuk membuat cerita pilu pada sebuah novel romantis yang kehilangan kekasihnya.
sayangnya, cerita pilu. bukan cerita yang sebenarnya......
Sabtu, 09 Juni 2018
2015.03.17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih ^_^